JALANPETARUNG. blogspot.com, Train Hard! Train Smart!!!

Semoga bisa menjadi Jalan inspirasi dan pencerahan bagi seniman bela diri Indonesia. Di JALAN PETARUNG, berbagai topik mengenai bela diri akan terus dikaji secara ilmiah sehingga tidak sekedar menjadi mitos, kepercayaan, dogma, apalagi agama baru. JALAN PETARUNG mendorong pendekatan seniman bela diri yang berpikiran terbuka (open mind) sehingga selalu bersikap sebagai cangkir kosong (empty cup) yang bersedia mendengar dan terus belajar dari orang ataupun aliran lain. Mohon masukan dan saran melalui komentar di blog ini, shoutbox, ataupun via email jkdindonesia@yahoo.com


Sunday, June 22, 2008

Info: New Direction of JKD Indonesia


Berikut ini adalah update dari Sifu Yuri Amadin:

"Hi guys, I know it's been so long that I haven't updated my website. Thank God, now that I have a new web guy, hopefully I can start update this website more often. Some updates are, I just got back training with Rodney in Singapore this June 2008, we did both Brazilian Jiujitsu training as well as Crazy Monkey Program. During that time, for BJJ, we did all Gi and besides instructions, I sparred him where parts of it was his evaluation of me.The instructions are bottom escapes strategies, guard passing strategies and guard strategies. In addition to that, he also taught me on how to train to improve my game for people who only have few guys to train. For CM program we covered basic and intermediate street boxing and street clinch with takedowns. .

Enough of the technical side, lets talk about the philosophical side on where I want to take JKD Indonesia going. After researching within many months in using my mind and martial arts plus after talking to Rodney, I decided to change the direction of JKD Indonesia. The focus on JKD Indonesia from now on is to help regular people become champions in their life by using martial arts training. Most of our clients are every day people who can only train twice a week. Besides training part time, they also have jobs and other obligations with families. Obstacles that people face in their life are often times create stress,and when they learn martial arts (especially arts like MMA, BJJ and Boxing), they use these outlets to channel their anger, fear and frustrations. Then, environments of the martial arts dojo becomes the place of ego, not a place of learning. People, tend to take training too seriously in trying to be the top dog all the time and will try to win at any cost , sometimes create injuries on themselves and others.

Therefore; the issues that people face such as low self esteem, anger, fear, thirst for domination do not go away after they leave the dojo. That same egotistical and selfish behaviors will be carried over to other areas of their life and this is not healthy. Therefore the approach that I and Rodney were discussing is the opposite of what I mention above. I am creating a healthy and supportive environment where the motivation of people that train in JKD Indonesia is for self actualization and becoming champions in their life. We use performance enhancement coaching techniques that addresses not just the technical aspects of the martial arts game, but as well addresses other issues such as mental game training (how to deal with fear, anticipation, unrealistic expectation, creating good relationships with others such as colleagues, training partners, etc, as well as promoting good healthy balanced lifestyle). All this starts to happen when there is good healthy training environments that supports each other. Therefore; in each sessions after physical training, we would end the class with discussion on what we just learned and how can we use this information in other areas of our life. ."
To sum it up , there are 3 top reasons why you should train with us:

1. Our goal is to help you to become Champion in your Life namely balanced life covering your mind, body and spirit by using performance coaching in martial arts training.

2. We provide functional cutting edge martial arts training and deliver them in a stress free, healthy, non competitive environment so that you can safely progress well in your martial arts performance.

3. We guarantee that if your motivation in training is aligned with us, you will get a fun training experience every time.

If you're excited, email me NOW at jkdindonesia@gmail.com for your 3 complimentary classes.Mention this website to get it!, thanks.

semoga bermanfaat!

Friday, May 23, 2008

Artikel: “Mainan”

Ini kisah imajiner antara si Foolan dan seorang Guru besar.

Sambil minum teh botol seusai menyaksikan rentetan pagelaran peragaan berbagai aliran seni beladiri, Foolan iseng-iseng ngobrol dengan seorang Guru besar dari sebuah aliran yang cukup disegani.

Foolan: ”Gimana Beh permainan seni beladiri yang ditampilin tadi?”
Guru: (sambil tersenyum) ”Bagus! Cakep!”

Foolan: (mulai usil) ”Kalo dibandiingin sama permainan Babeh gimana?”

Sang Guru tersenyum sambil memandang ke arah tanah, memperhatikan semut yang berjalan beriringan. Beliau menggeser kakinya, khawatir menginjak rombongan semut yang kelihatan asyik sedang mengangkut sisa makanan dari pasar seberang.

Guru: ”Yah, sama-sama Maenan...”
Foolan: ”Maksudnya Beh?”

Lagi-lagi sang Guru tersenyum.

Guru: ”Waktu kecil dulu, ente pernah punya mainan?”
Foolan: ”Punya Beh, mobil-mobilan”, kata Foolan sambil membayangkan mainan lamanya

Guru: ”Dulu ente sayang sama tuh mainan?”
Foolan: ”Ya sayang Beh. Sampe rebut-rebutan”

Kini sang Guru nyengir. Mungkin membayangkan mainan masa kecilnya juga. Kira-kira lebih dari tujuh puluh tahun lalu. Kemungkinan besar kuda-kudaan dari pelepah pisang atau gerobak-gerobakan dari kulit jeruk bali.

Guru: ”Sekarang, kemana tuh mainan?” Lanjut sang Guru besar
Foolan: ”Wah, uda
h nggak tau kemana Beh, udah dikasih ke keponakan. Mungkin sekarang udah rusak.”

Guru: ”Itulah yang namanya mainan. Yang penting sekarang, ente jadi manusia yang seperti apa.”

Pembicaraan terputus karena ada rombongan orang yang baru keluar ruangan dan bergabung nongkrong minum teh botol bersama Foolan dan sang Guru besar. Yang pasti perlu waktu lama bagi Foolan untuk mengerti dalamnya makna pembicaraan sederhana itu.

It’s all about being a good person

Semoga bermanfaat

Saturday, May 17, 2008

Artikel: Pempek dari Filipina

Di Amerika sana, di tempat segala hal dikapitalisasi, seni beladiri Arnis atau Filipino Kali sangatlah terkenal. Hal ini tentunya tidak dapat dilepaskan dari kerja keras Dan Inosanto yang memperkenalkan seni beladiri ini dalam berbagai kesempatan. Belum lagi jika dilihat banyaknya jumlah orang Filipina yang berjuang mencari rezeki di negeri yg konon bisa mewujudkan berbagai impian itu.

Saya sendiri berkesempatan sedikit-sedikit berkenalan dengan teknik-teknik Filipino Kali. Hal ini disebabkan karena ada sebagian kurikulum dalam JKD Indonesia, utamanya soal senjata, yang mengambil dari teknik Filipino Kali.

Sejak perkenalan pertama, saya sudah merasakan adanya kedekatan yang luar biasa. Rasanya hampir mirip seperti membeli sepatu merek Amerika, tapi sadar bahwa sesungguhnya sepatu itu dibuat oleh buruh Indonesia di Tangerang sana :) . Pola serangan, teknik pertahanan, prinsip-prinsip bertarung dan lain sebagainya dalam Filipino Kali, tidak lain tidak bukan, sangat dekat dengan Pencak Silat kreasi nenek moyang kita.

Walaupun saya bukan Antropolog, tapi dari kasak-kusuk riset sekedarnya kini saya sudah yakin bahwa Filipino Kali ini sesungguhnya adalah Silat atau keturunan dari Silat. Argumen yang paling jelas ialah bahwa Filipina itu pernah berada dalam pendudukan kerajaan Sriwijaya cukup lama. Hingga kini keturunan Sriwijaya masih eksis dan dikenal sebagai orang Visayan yang tinggal di Filipina tengah. Banyak orang Visayan yang ahli Filipino Kali, utamanya dalam bermain pisau. Kekuasaan Sriwijaya di sana kemudian digantikan oleh karajaan Majapahit. Pengaruh Islam mulai menyebar terutama di Filipina selatan yang kemudian menjadi bangsa Moro.

Abad 16 barulah Spanyol masuk menjajah Filipina. Dengan berbekal ilmu "Silat" itu orang Filipina berjuang melawan Spanyol. Perang merupakan interaksi, yang mau tidak mau akan saling mempengaruhi. Orang Filipina mulai kepincut pada senjata-senjata Spanyol dan dengan dasar "Silat"nya mulai latihan espada y daga (sword and dagger).

Logika awam saya menyimpulkan bahwa kalau kerajaan-kerajaan besar dari Indonesia seperti Sriwijaya dan Majapahit menduduki suatu wilayah, pastilah ada pengaruh kuat terhadap budaya setempat, termasuk budaya seni perang dan beladiri. Dari segi teknik juga terdapat banyak kemiripan yang luar biasa. Mata awam akan sangat sulit membedakan aplikasi Filipino Kali dan aplikasi Silat. Permainan pisau orang Visayan sudah hampir pasti merupakan peninggalan keahlian main pisau dari orang Palembang. Sama-sama Pempek, hanya beda warung dan mungkin sedikit beda bumbu penyedap di sana-sini.

Semoga bermanfaat

Ps: tulisan ini didaur ulang dari satu posting saya di sahabatsilat.com

Wednesday, March 26, 2008

Video Clip: Vale Tudo Guard


http://www.youtube.com/watch?v=I4H42bnZDsQ

Berkut ini adalah sekilas drill dari guru saya Sifu Yuri Amadin tentang Vale Tudo Guard alias cara mempertahankan diri dalam MMA ketika kita berada dalam posisi di bawah.

Drill ini sangat bermanfaat buat orang-orang yang punya dasar kuat dalam stand-up fighting, yang kebanyakan "ogah" untuk bergulat berlama-lama di bawah untuk main kuncian. Buat yang lebih senang untuk bertarung berdiri (pukul, tendang dll), ini salah satu jalannya kalau-kalau saja mendadak "apes" berada dalam posisi di bawah.

Drill ini bisa ditingkatkan intensitasnya dengan kita memakai Helm pelindung dan partner kita menggunakan MMA Gloves dan berusaha benar-benar memukul KO kita.

Ingat, Train Hard, Train Smart!

semoga bermanfaat

Saturday, March 22, 2008

Video Clip: Dan Inosanto's BJJ


Ini ada video clip Dan Inosanto sedang berlatih Brazilian Jiujitsu pada usia 71 tahun. Setelah 10 tahun belajar BJJ di usia yang sudah tidak muda lagi (mulai dari sabuk putih lagi), Dan Inosanto adalah pemegang sabuk hitam Brazilian Jiujitsu dari keluarga Machado.

Sedikit pertanyaan usil buat diri kita sendiri, seandainya kita sudah terkenal dan diakui sebagai grand master di berbagai penjuru dunia, murid utama dan penerus Jeet Kune Do Bruce Lee, ahli dalam Filipino Kali, Muay Thai dll, masih sanggup dan sudikah badan maupun hati kita, untuk berguru, belajar, dan berlatih seperti yang dilakukan Dan Inosanto?

A True JKD Spirit!
A True Lifetime Student of Martial Art!

semoga bermanfaat

Thursday, March 13, 2008

Video Clip: Boxing Drill - 1


http://www.youtube.com/watch?v=qkc1_iB6Vbc


Ini ada video sekilas sesi penjelasan latihan awal boxing di JKD Indonesia dari guru saya Sifu Yuri Amadin.

semoga bermanfaat

Thursday, March 06, 2008

Artikel: Style is Individual


Ini isu basi sebenarnya. Tidak perlu terlalu lama menjelajahi internet untuk menemukan pertanyaan tentang Style Vs Style dalam berbagai forum diskusi seni beladiri (Karate Vs Kungfu menang siapa? Silat Vs Gulat siapa yang kalah? Dst dst...). Tulisan ini sekedar ingin menegaskan ulang saja bahwa STYLE IS INDIVIDUAL.

Sesungguhnya yang namanya ”style” alias ”aliran” senibeladiri, pada tingkat aplikasi ujung-ujungnya bergantung pada sang individu dan sangat individual sifatnya.
Lebih berabe-nya lagi, masing-masing individu adalah unik bagaikan molekul salju yang walau sama cantik, tapi pasti berbeda satu sama lain.

Style masing-masing individu dalam meng-ekspresikan seni beladiri-nya sudah pasti berbeda satu sama lain. Tergantung postur tubuh, kelincahan, orientasi, kesukaan, bahkan suasana hati. Menyadari hal itu, menjadi mustahil untuk membanding-bandingkan style/aliran yang satu dengan yang lainnya.

Kalau mau agak revolusioner sedikit, sesungguhnya style/aliran malah mengkotak-kotakkan manusia. Dalam salah satu pemikirannya Bruce Lee pernah berkata:

Styles tend to not only separate men - because they have their own doctrines and then the doctrine became the gospel truth that you cannot change. But if you do not have a style, if you just say: Well, here I am as a human being, how can I express myself totally and completely? Now, that way you won't create a style, because style is a crystallization. That way, it's a process of continuing growth.(Bruce Lee)

Kritik keras terhadap terbentuknya aliran ialah bahwa dalam aliran itu bisa ada doktrin yang kerap malah menjadi kebenaran mutlak yang seolah abadi. Teknik ataupun metode yang benar buat sang pencipta aliran seolah pasti manjur dan cocok bagi setiap pengikutnya di berbagai tempat dan waktu. Perbedaan-perbedaan yang sebenarnya manusiawi malah berpotensi menimbulkan cekcok dan pertengkaran saling mengaku benar sendiri.

Oleh karena itu dalam mempelajari suatu style/aliran, kita harus benar-benar mendalami setiap pelajaran yang diberikan. Kita harus sadar keunikan yang dimiliki ataupun dihadapi oleh sang pencipta aliran. Bagaimana situasi masyarakat tempat asal sang aliran tersebut, bagaimana postur tubuh sang guru besar, bagaimana pembawaan sifat ataupun filosofi hidup beliau, bagaimana pola berkelahi masyarakat pada saat itu, bagaimana cara berpakaian, persenjataan dll. Absorb what’s useful, reject what’s useless, and add what is specifically your own!

Style juga punya kecenderungan untuk dijadikan “tempat bersembunyi” bagi sebagian praktisi seni beladiri dengan hanya mengandalkan nama besar aliran. Ada sebagian orang yang tidak sepadan antara kebanggaan aliran dan kemampuan diri yang sesungguhnya.

Tapi mungkin ide menghilangkan style terlalu utopis. Bagaimanapun juga manusia pasti akan berkelompok sesuai dengan kepentingan dan keyakinannya masing-masing. Belum lagi kalau bicara tentang perlunya suatu jenjang pendidikan yang baku. Yang lebih penting ialah bagaimana agar perbedaan itu tidaklah menjadi pertengkaran.

Jadi, kalau ada yang masih ngotot bertanya soal menang mana kalau style ini melawan style itu, jawab saja: Menang aliranmu!!!! Hehehe

Semoga bermanfaat