JALANPETARUNG. blogspot.com, Train Hard! Train Smart!!!

Semoga bisa menjadi Jalan inspirasi dan pencerahan bagi seniman bela diri Indonesia. Di JALAN PETARUNG, berbagai topik mengenai bela diri akan terus dikaji secara ilmiah sehingga tidak sekedar menjadi mitos, kepercayaan, dogma, apalagi agama baru. JALAN PETARUNG mendorong pendekatan seniman bela diri yang berpikiran terbuka (open mind) sehingga selalu bersikap sebagai cangkir kosong (empty cup) yang bersedia mendengar dan terus belajar dari orang ataupun aliran lain. Mohon masukan dan saran melalui komentar di blog ini, shoutbox, ataupun via email jkdindonesia@yahoo.com


Wednesday, June 28, 2006

Artikel: Ground Fighting Hanya Untuk di atas Ring? yeah You Wish !


Sebetulnya saya sudah pernah menuliskan tema yang mirip seperti ini sebelumnya. Bagi yang ingin baca, bisa lihat di:

http://jalanpetarung.blogspot.com/2005/12/artikel-perlukah-belajar-ground_20.html

Namun demikian saya masih suka gregetan kalau menemukan berbagai alasan orang yang menyatakan bahwa belajar ground fighting (GF) hanya berguna untuk di atas ring, bukan untuk membela diri dalam pertarungan sesungguhnya di jalanan.

Untuk lebih terang dan jelasnya, saya akan coba paparkan dan kuliti beberapa argumen bermasalah tentang itu:

1. GF hanya untuk di atas ring, karena di jalanan kita harus berusaha mengakhiri pertarungan pada saat berdiri (jangan mau dibawa ke bawah)

Bayangkan kalau ada orang yg bilang kepada anda bahwa latihan penyelamatan pemadam kebakaran di gedung kantor anda tidak perlu, karena kebakaran sebaiknya segera dipadamkan begitu ada api. Orang yg berargumen seperti ini nampaknya agak kurang pemahamannya terhadap kehidupan.

Seharusnya semua orang tahu bahwa jalannya hidup seringkali tidak sesuai dengan yang kita rencanakan ataupun kita inginkan. Sebuah gedung kantor bisa saja kebakaran walaupun pasti semua penghuninya tidak ada yg ingin. Hal yang sama juga terjadi dalam pertarungan membela diri.

Nenek-nenek sedang salto-pun tahu, bahwa dalam street fighting kita harus mengakhiri/menghindari konflik sesegera mungkin. Semua ahli bela diri yg waras tidak akan pernah menganjurkan membawa pertarungan ke bawah. Roy Harris yg pemegang sabuk hitam BJJ dalam seminarnya di Jakarta menyampaikan bahwa ia takkan berani dengan sengaja membawa pertarungan ke bawah.

Namun sekali lagi, hidup tidak selalu sesuai keinginan kita. Kita bisa saja terpeleset, kena seruduk, hilang keseimbangan dll, dan bila hal tersebut terjadi, sebaiknya kita siap dan tahu cara cara menyelamatkan diri dari posisi itu.

2. GF hanya untuk di atas ring, karena di jalanan tidak selalu 1 lawan 1, sehingga kalau kita GF malah kita akan dikeroyok (dipukul botol, kayu dll)

Pertanyaan kuncinya ialah: Kalau 1 lawan 1 saja sudah tidak bisa selamat, bagaimana mungkin bisa selamat lawan lebih dari satu orang?

Sebagian besar orang yg tidak cross-training, pasti kelabakan ketika tarung 1 lawan 1 dan dibawa ke bawah. Orang yg sama biasanya tidak berkutik ketika berada di bawah. Orang yg sama juga yg biasanya menyatakan GF tidak perlu karena "hanya untuk di atas ring".

GF dalam pertarungan jalanan ialah untuk survival, untuk bisa tahu cara keluar dari posisi yg tidak menguntungkan. GF dalam pertarungan jalanan bukan untuk asyik masyuk ala kompetisi BJJ selama bermenit-menit untuk mencari kuncian melainkan untuk bisa survive.

Untuk mengerti cara GF di jalanan, anda harus terjun latihan keras (BJJ,Judo,Gulat dll) secara sehat, kompetitif, dan realistis. Jadi percayalah, kalau anda tidak terbiasa latihan tarung di bawah, anda akan kelabakan, terus tersudut, dan sulit keluar dari situ.

3. GF hanya untuk di atas ring, karena di jalanan tidak ada aturan sehingga kita bisa gigit, colok mata dll

Ini adalah 1 dari 7 penyakit hati seniman beladiri. Saya pernah menulis 2 artikel sehubungan dengan hal ini, silahkan baca:

http://jalanpetarung.blogspot.com/2006/05/artikel-7-penyakit-hati-seniman-bela.html
dan http://jalanpetarung.blogspot.com/2006/01/artikel-royce-gracie-aji-susilo.html

Orang yg terlatih dan terbiasa bertarung di bawah dengan resistensi dan under pressure, punya peluang yg lebih besar untuk melakukan teknik-teknik curang, dibandingkan dengan orang yg hanya mengandalkan teknik-teknik curang tanpa pernah terjun latihan di atas matras.

Tolong jangan disalah artikan. Saya bukannya promosi agar semua orang belajar BJJ, Judo, Gulat dll.

Orang boleh tidak tertarik, tidak suka, atau tidak ada waktu untuk belajar ground fighting. Tapi mengatakan bahwa ground fighting hanya berguna untuk di atas ring adalah suatu pembodohan, dan salah satu alasan lahirnya JALAN PETARUNG ialah untuk melawan pembodohan dalam seni beladiri.

semoga bermanfaat

Tuesday, June 27, 2006

Artikel: Lo Ban Teng Membumikan Mitos

Selalu menarik untuk melihat capaian-capaian, kesimpulan, ataupun nasihat dari seorang guru besar yang telah melalui jalan panjang yang berliku-liku dalam senibeladiri.

Nun dekat di kota Semarang sini, pernah tinggal seorang ahli Kungfu bernama Lo Ban Teng berjulukan Pek Bin Kim Kong (malaikat berwajah putih). Lo Ban Teng lahir di kampung Tang-Ua-Bee-Kee, kota Cio-bee, provinsi Hokkian, Tiongkok Tengah pada tanggal 1 bulan keenam tahun 2437 (Masehi 1886). Setelah sebelumnya pernah mengunjungi Semarang pada waktu remaja, Lo Ban Teng menetap di Semarang sejak 1927 karena kecantol dengan seorang gadis bernama Go Bin Nio.

Lo Ban Teng merupakan ahli kuntao kesohor dan konon tak terkalahkan pada masanya. Lo Ban Teng merupakan murid dari Yoe Tjoen Gan dengan alirannya kungfu Siauw Lim Ho Yang Pay. Lo Ban Teng mewarisi sejilid buku resep-resep obat dan ilmu kungfu Ho Yang Pay serta sebuah ban pinggang kulit dari gurunya. Warisan tersebut hingga kini masih disimpan oleh keturunan LoBan Teng.

Salah satu aksi Lo Ban Teng yang menghebohkan dunia persilatan di tanah jawa pada waktu itu ialah ketika ia mengadakan acara Tjing Pie Say, acara dimana seni beladiri di tampilkan. Secara tradisi Cina, orang yang berani mengadakan acara Tjing Pie Say adalah seorang pemberani yang siap membuktikan kemampuannya menghadapi siapapun dalam hal seni beladiri. Acara ini dilaksanakan di Solo, Semarang, dan Yogya. Penyelenggara juga menempelkan poster-poster yg provokatif seperti: "Bwee Pa, Tju Li Lay" (Kalau mau coba, silahkan muncul), "Kia Sia Em Tang Lay" (Kalau takut mati, lebih baik jangan datang), "Pa Sie Ka Tie Tay" (Kalau kena serangan maut, urus sendiri kuburan anda) dll. Namun demikian pada saat itu tidak ada respon dari para pendekar di tanah jawa. Lo Ban Teng malah menerima surat kaleng berisi ancaman bahwa kalau ia tidak tutup mulut akan dipulangkan ke Cina dengan tendangan. Lo Ban Teng membalas ancaman ini dengan menantang sang penulis surat kaleng untuk muncul di muka publik. Festival Tjing Pie Say akhirnya dihentikan karena terlalu mahal dan tidak mencapai tujuannya yaitu untuk mencari ahli beladiri yang hebat di tanah jawa pada saat itu.

Untuk kisah lengkap tentang Lo Ban Teng, silahkan buka:

http://www.hokkian-siauwlim.com/LBTgb.html

Terlepas dari berbagai kekurangan dirinya sebagai manusia biasa, Lo Ban Teng diakui kehebatannya sebagai ahli kuntao yang hebat di tanah jawa maupun di tiongkok. Selain itu juga ia dikenal sebagai master kungfu yang sangat jujur dan apa adanya

Beberapa kejujurannya sempat tercatat dalam dialog tanya jawabnya antara lain adalah bahwa:

1. Ketika ditanya apakah sesorang bisa melompat setinggi atap rumah sebagaimana sering diceritakan orang-orang, Lo Ban Teng menjelaskan bahwa tanpa bantuan alat, seorang manusia mau latihan sekeras apapun tidak akan bisa melompat lebih tinggi dari tinggi badannya sendiri. Mahluk yg bisa melakukan hal demikian hanyalah mahluk yg memiliki kaki dengan lutut terbalik seperti kucing, anjing dll. Ia menegaskan bila ada yg mengatakan mampu melompat setinggi atap maka ia bohong. Kalau semudah itu maka ia bisa jual tiket dan menghasilkan banyak uang.

2. Ketika ditanya apakah benar seorang guru beladiri yg jago tidak bisa kena pukul dalam sparring, dan apabila terkena pukul maka ia kurang jago. Lo Ban Teng manjawab bahwa seorang guru yang memberi kesempatan secara serius kepada muridnya untuk menyerang bisa saja kena pukul. Lo Ban Teng bahkan menganalogikan seorang ahli boxing, sebagaimanapun jagonya, tidak ada yg tidak pernah kena pukul, pasti bisa kena pukul.

3. Ketika ditanya apakah ada gunanya belajar ilmu Thiam Hwee Kin alias ilmu totokan (pressure point) untuk beladiri, Lo Ban Teng tertawa dan menjawab kalau saja semudah itu maka seseorang bisa saja menotok seorang kaya dan mengambil uangnya. Ia menjelaskan bahwa benar ada bagian-bagian lemah pada tubuh manusia seperti tenggorokan, otot dll dan bila kena pukul di bagian-bagian ini orang bisa keok. Namun demikian mustahil untuk bisa menerapkan ini dalam pertarungan karena menurut ilmu pengobatan cina, untuk menghasilkan efek yg diinginkan ada masalah waktu dan aliran darah yg harus ditentukan, terlebih lagi sangat sulit untuk menyerang titik-titik ini dalam pertarungan sesungguhnya.

4. Lo Ban Teng juga menegaskan bahwa tidak benar bahwa orang bisa bertarung selama berjam-jam tanpa henti dan tidak benar bahwa ada orang yang bisa berlari secepat kuda. Ia juga menegaskan bahwa ilmu meringankan tubuh Hwi Heng Sut tidaklah eksis.

5. Menjawab pertanyaan apakah mungkin melatih jari jemari sehingga kuat menembus dinding, Lo Ban Teng menjawab bahwa hal tersebut mustahil. Jari bisa saja kuat, namun kuku-nya akan selalu patah secara menyakitkan.

Kejujuran selalu bermakna dan tak pernah lekang oleh waktu. Catatan ini sangatlah berharga karena jarang sekali seorang ahli kungfu sekaliber Sin She Lo Ban Teng bicara blak-blakan seperti ini.

Semoga catatan ini bisa berguna untuk membuka pikiran orang-orang yang masih terbuai berbagai mitos dalam senibeladiri.

Bwee Pa, Tju Li Lay !!!

gemetar saya membacanya

semoga bermanfaat

sumber:

http://www.hokkian-siauwlim.com/LBTgb.html
http://www.mail-archive.com/budaya_tionghua@yahoogroups.com/msg06162.html

RALAT DAN KLARIFIKASI:

Atas klarifikasi dari Sdr. Iwanto (Koordinator Lit bang Perguruan Seni Bela Diri Kun Tao Aliran Lo Ban Teng, Siaw Gok Bu Koan, Pimpinan Lo Hak Loen), telah dijelaskan bahwa pendekar Lo Ban Teng tidak pernah menantang ahli silat di tanah jawa, melainkan berusaha mencari tahu keberadaan ahli-ahli silat tionghoa (kungfu) yg telah hadir terlebih dahulu di tanah jawa.

Untuk informasi sejarah Lo Ban Teng yang lebih lengkap dan akurat, silahkan buka:
http://www.yayasan-lobanteng.com/sejarah.html

Terimakasih banyak untuk ralat dan klarifikasi dr Sdr. Iwanto. Mohon maaf atas segala ketidaknyamanan dan kesalahpahaman yang mungkin timbul karena kesalahan dalam penulisan ini.

Tuesday, June 13, 2006

Video Clip: Double Leg Takedown


Silahkan lihat/download di:

http://www.youtube.com/watch?v=pH8BTMmF9JQ

semoga bermanfaat

Artikel: Kalau Bukan Kita, Siapa Lagi?


Hari Sabtu kemarin (10/06) saya hadir ke sebuah pertemuan istimewa di Padepokan Pencak Silat di TMII. Pertemuan itu sangat istimewa karena berlandaskan niatan yang sangat luhur, melestarikan seni pencak silat tradisional yang sudah nyaris punah.

Bermula dari pertemuan di dunia maya, segelintir pecinta silat sepakat untuk bertemu dan berkumpul. Pertemuan menjadi semakin marak dengan hadirnya beberapa sesepuh perguruan silat antara lain: Pak O’ong Maryono (peneliti silat, pelatih silat Thailand), Pak Edward (pakar silat Minang), Pak Hartono (pelatih silat Vietnam), H.Aziz Sya’rie (Guru silat Cikalong), Babe Ali bin Sabeni (Guru silat aliran Sabeni), Ki sawung (tokoh silat Syahbandar) dll.

Forum Pelestari Pencak Silat Tradisional Indonesia

Acara Sabtu kemarin itu merupakan acara pendirian Forum Pelestari Pencak Silat Tradisional Indonesia yang sekaligus merupakan ajang silaturahmi yang meliputi perkenalan dan tukar pikiran.

Terpilih sebagai Koordinator adalah mas Eko Hadi (pesilat aliran sabeni yang nyambi jadi karyawan TEMPO), sementara saya sendiri diminta untuk tanggungjawab soal dokumentasi seni tradisional yg mulai punah ini.

Diskusi berjalan seru dan penuh semangat. Para sesepuh terlihat semangat dan senang dengan adanya forum ini. Pak O’ong Maryono, salah seorang idola saya, berbagi pengalaman penelitiannya yang segudang. Mulai dari metode penelitian yang partisipatoris, bagaimana mendapatkan kepercayaan guru besar, sampai dengan jenis jenis bingkisan standard yg biasanya harus dibawa saat penelitian.

Jelas ada perbedaan berbagai cara pandang soal dunia pencak silat di antara para hadirin, mulai dari soal promosi, keterbukaan, ketertutupan dan lain-lain. Namun demikian jelas pula niat baik dari peserta diskusi untuk tidak membiarkan perbedaan yang ada merusak niatan luhur untuk menyelamatkan pencak silat tradisional dari kepunahan.

Ayo mulai mencatat!

Sebagaimana teknologi keris, batik, tarian, dan berbagai produk budaya yang ada di nusantara ini, seni pencak silat tradisional haruslah dilestarikan. Selain soal kepunahan, ada juga masalah soal adanya aliran silat Indonesia yang dipatenkan di luar negeri. Lebih parah lagi, ada aliran yang asal dikarang saja oleh penciptanya dan mengaku-ngaku punya akar di nusantara ini.

Ironis mendengar kisah penelitian Pak O’ong yang harus ke Leiden (Belanda) untuk cari literatur silat, atau harus wawancara semalam suntuk dengan pakar luar negeri soal ilmu kebathinan jawa. Kita tentunya tidak boleh kesal apalagi marah kepada para peneliti luar negeri, karena kalau tanpa mereka mungkin kita sudah kehilangan jejak sama sekali. Telebih lagi, kecintaan terhadap seni tidak boleh kenal ras ataupun bangsa.

Namun tak bisa dihindari bahwa tudingan pasti mengarah ke hidung kita semua. Dengan segala akses dan kemudahan kita sebagai bangsa Indonesia, kita membiarkan seni silat tradisional punah dari hari ke hari.

Dalam kondisi kritis seperti ini, segala bentuk pencatatan dan dokumentasi akan amat sangat berarti. Mulailah mendokumentasikan segala seni pencak silat tradisional yang anda ketahui.

Kalau bukan kita, siapa lagi?

semoga bermanfaat

Tuesday, June 06, 2006

Video Clip: Crazy Monkey Boxing Training


JALAN PETARUNG kini akan mulai mencoba menampilkan video clip latihan seni bela diri.

Untuk edisi perdana ini adalah video latihan Crazy Monkey Boxing dari JKD Indonesia.

Silahkan lihat/download video dari:

CM Boxing 1:

http://www.youtube.com/watch?v=LlBy9qX3e7o

CM Boxing 2:
http://www.youtube.com/watch?v=iaRoqo5m3JQ

CM Boxing 3:
http://www.youtube.com/watch?v=a4tuhKPYxdE

CM Boxing 4:
http://www.youtube.com/watch?v=mU1RM4tEmvM


semoga bermanfaat

Monday, June 05, 2006

Artikel: Keyboard Fighter

Ada satu tipe petarung yang pada masa kini menjadi kian marak. Namanya “Keyboard Fighter (KF)”. KF ini banyak beredar, bergaul dan bertarung di dunia maya khususnya melalui forum-forum diskusi. Dojo mereka sangat sederhana, kadang di kamar tidur, kadang di kantor, banyak juga yang di warnet. Disana mereka kuat berlatih dan sparring berjam-jam tanpa kenal lelah ataupun cidera.

Pada kesempatan ini saya akan coba menjabarkan pola-pola kerja maupun pemikiran KF ini agar bisa kita kenali sehingga kita tidak terjerumus menjadi yg demikian.

Pertama-tama tentu kita perlu mengenali dulu ciri-ciri mereka, know your enemy. Beberapa ciri mereka antara lain adalah:

  1. Anonim/Misterius

Dunia maya memang bisa membuat orang untuk bisa menyembunyikan identitasnya. KF biasanya tidak menjelaskan secara detil dirinya siapa. Paling-paling kita hanya bisa kira-kira dari nicknamenya “Graciewannabe2006”, “Looklikerickson”, “Fighterlovemama” dll

KF juga jarang yg menjelaskan pengalaman ataupun lineage-nya dalam dunia seni beladiri. KF seringkali mengalihkan diskusi jika orang sudah mulai menanyakan tentang dirinya. Gaya pura-pura merendah juga sering digunakan dalam kondisi ini, misalnya: “I’m nobody”, “Siapa saya tidak penting, tapi saya sudah makan asam garam di dunia persilatan”.

KF biasanya memanfaatkan secara maksimal anonimitas-nya untuk menyerang orang lain. Jurus-jurus “lempar batu sembunyi tangan” merupakan jurus favorit dari KF ini.

  1. Kloning

Jurus menggandakan diri biasanya dikeluarkan oleh mereka bila mereka sudah terpojok. Dengan melahirkan identitas baru yang mencoba membantu mereka, para KF ini seringkali dapat lolos dalam berbagai aksinya.

  1. Banyak Posting

Dalam berbagai forum diskusi di dunia maya KF biasanya sudah banyak posting. Jangan heran kalau mereka dalam waktu singkat sudah sampai rank “blackbelt”, “Advance”, ataupun “VIP member” dalam suatu forum karena mereka bisanya posting ratusan sampai ribuan thread.

  1. Cepat Merespon

Kalau anda pernah “bertarung” keras melawan KF di dunia maya ini, anda akan terkagum-kagum betapa para pendekar KF ini sangat cepat menjawab serangan ataupun tangkisan anda. Dalam hitungan jam, atau bahkan seringkali menit jawaban dari KF sudah akan tersedia di forum.

  1. Tahu Banyak Link Website

Salah satu kelebihan KF adalah dalam hal referensi. KF biasanya tahu banyak sekali referensi link website dari berbagai jenis aliran beladiri. Kalau ada yg menyerang ataupun mempertanyakan eksistensi sang KF, ia serta merta akan mengirimkan puluhan link website untuk menjelaskan argumentasinya.

  1. Berusaha Keras Terlihat Bijak

KF sering berposisi sebagai Grand Master. KF sering berusaha menjawab pertanyaan orang (biasanya newbie) dengan minimum informasi dan misterius. KF juga selalu berusaha bertingkah bahwa ia telah mencapai pemahaman paripurna tentang seni beladiri ini.

  1. Extremely offensive / defensive

KF memiliki sikap yg sangat labil. KF sangat mudah menyerang orang lain, ataupun membela mati-matian atas nama aliran seni beladiri. Jangan harap untuk bertukar pikiran dengan KF karena KF hadir di forum dunia maya demi eksistensinya, bukan untuk bertukar pikiran. Selalu soal siapa benar siapa salah, kalau kebetulan KF benar, ia akan mengungkit-ungkit kebenarannya sampai ke ujung dunia. Sementara kalau ia salah, ia takkan pernah mau mengakuinya, malahan menciptakan ID baru dan berubah haluan seolah tak pernah berkata salah.

  1. Never show up

Ini termasuk ciri-ciri yg paling pokok. They never show up! Kalau ada pertemuan kopi darat, seringkali mereka cari alasan untuk tidak hadir, ataupun hadir tapi diam-diam. KF paling gemetar ketakutan kalau disuruh keluar ke dunia nyata, keluar dari balik keyboardnya karena sebagian besar kekuatannya hilang dalam dunia nyata. 99,9% KF tidak pernah hadir dalam pertemuan kopi darat ataupun latih tanding yang disepakati.

Dalam sebuah forum beladiri di internet (Indonesia), saya pernah menemukan sebuah pertarungan yang unik antara dua pendekar KF. Mereka berdua saling mengancam dan saling menantang untuk mengirimkan video clip mereka melakukan jurus tertentu.

“Kalo anda berani, coba kirimin video clip anda sedang melakukan jurus X”

“Kenapa saya yg harus kirim, anda dulu dong yg harus kirim video jurus Y”

Mereka berdua tinggal di Jakarta, dan saya tidak tahu lagi bagaimana kelanjutannya sekarang.

  1. Show up with excuses

Kalau sudah tidak ada jalan lain, 0,01% biasanya muncul juga. Dengan muka meringis menahan sakit, mereka biasanya punya 1001 alasan cidera, hidungnya keserempet ojek, matanya digigit nyamuk, kakinya kena jebakan beruang, atau apapun asal tidak perlu latihan atau sparring bersama.

Demikianlah beberapa ciri-ciri yg bisa kita kenali dari seorang Keyboard Fighter. Tentu saja ciri-ciri di atas tidak mutlak, hanya sebagai indikasi saja.

Agar tidak disalah artikan, saya tegaskan bahwa orang-orang yang beridentitas jelas dan mau berbagi ilmunya melalui dunia maya jelaslah bukan keyboard fighter. Pastikan saja diri kita jujur, berpikiran terbuka, dan yang pasti kita harus “walk the talk”

Kalau kita sudah posting jauh lebih banyak dari jumlah jam latihan kita, waspadalah, jangan-jangan kita sudah masuk perguruan Keyboard Fighter Fighting Club.

Semoga bermanfaat