Artikel: Ground Fighting Hanya Untuk di atas Ring? yeah You Wish !

Sebetulnya saya sudah pernah menuliskan tema yang mirip seperti ini sebelumnya. Bagi yang ingin baca, bisa lihat di:
http://jalanpetarung.blogspot.com/2005/12/artikel-perlukah-belajar-ground_20.html
Untuk lebih terang dan jelasnya, saya akan coba paparkan dan kuliti beberapa argumen bermasalah tentang itu:
1. GF hanya untuk di atas ring, karena di jalanan kita harus berusaha mengakhiri pertarungan pada saat berdiri (jangan mau dibawa ke bawah)
Bayangkan kalau ada orang yg bilang kepada anda bahwa latihan penyelamatan pemadam kebakaran di gedung kantor anda tidak perlu, karena kebakaran sebaiknya segera dipadamkan begitu ada api. Orang yg berargumen seperti ini nampaknya agak kurang pemahamannya terhadap kehidupan.
Seharusnya semua orang tahu bahwa jalannya hidup seringkali tidak sesuai dengan yang kita rencanakan ataupun kita inginkan. Sebuah gedung kantor bisa saja kebakaran walaupun pasti semua penghuninya tidak ada yg ingin. Hal yang sama juga terjadi dalam pertarungan membela diri.
Nenek-nenek sedang salto-pun tahu, bahwa dalam street fighting kita harus mengakhiri/menghindari konflik sesegera mungkin. Semua ahli bela diri yg waras tidak akan pernah menganjurkan membawa pertarungan ke bawah. Roy Harris yg pemegang sabuk hitam BJJ dalam seminarnya di Jakarta menyampaikan bahwa ia takkan berani dengan sengaja membawa pertarungan ke bawah.
Namun sekali lagi, hidup tidak selalu sesuai keinginan kita. Kita bisa saja terpeleset, kena seruduk, hilang keseimbangan dll, dan bila hal tersebut terjadi, sebaiknya kita siap dan tahu cara cara menyelamatkan diri dari posisi itu.
2. GF hanya untuk di atas ring, karena di jalanan tidak selalu 1 lawan 1, sehingga kalau kita GF malah kita akan dikeroyok (dipukul botol, kayu dll)
Pertanyaan kuncinya ialah: Kalau 1 lawan 1 saja sudah tidak bisa selamat, bagaimana mungkin bisa selamat lawan lebih dari satu orang?
Sebagian besar orang yg tidak cross-training, pasti kelabakan ketika tarung 1 lawan 1 dan dibawa ke bawah. Orang yg sama biasanya tidak berkutik ketika berada di bawah. Orang yg sama juga yg biasanya menyatakan GF tidak perlu karena "hanya untuk di atas ring".
GF dalam pertarungan jalanan ialah untuk survival, untuk bisa tahu cara keluar dari posisi yg tidak menguntungkan. GF dalam pertarungan jalanan bukan untuk asyik masyuk ala kompetisi BJJ selama bermenit-menit untuk mencari kuncian melainkan untuk bisa survive.
Untuk mengerti cara GF di jalanan, anda harus terjun latihan keras (BJJ,Judo,Gulat dll) secara sehat, kompetitif, dan realistis. Jadi percayalah, kalau anda tidak terbiasa latihan tarung di bawah, anda akan kelabakan, terus tersudut, dan sulit keluar dari situ.
3. GF hanya untuk di atas ring, karena di jalanan tidak ada aturan sehingga kita bisa gigit, colok mata dll
Ini adalah 1 dari 7 penyakit hati seniman beladiri. Saya pernah menulis 2 artikel sehubungan dengan hal ini, silahkan baca:
http://jalanpetarung.blogspot.com/2006/05/artikel-7-penyakit-hati-seniman-bela.html
dan http://jalanpetarung.blogspot.com/2006/01/artikel-royce-gracie-aji-susilo.html
Orang yg terlatih dan terbiasa bertarung di bawah dengan resistensi dan under pressure, punya peluang yg lebih besar untuk melakukan teknik-teknik curang, dibandingkan dengan orang yg hanya mengandalkan teknik-teknik curang tanpa pernah terjun latihan di atas matras.
Tolong jangan disalah artikan. Saya bukannya promosi agar semua orang belajar BJJ, Judo, Gulat dll.
Orang boleh tidak tertarik, tidak suka, atau tidak ada waktu untuk belajar ground fighting. Tapi mengatakan bahwa ground fighting hanya berguna untuk di atas ring adalah suatu pembodohan, dan salah satu alasan lahirnya JALAN PETARUNG ialah untuk melawan pembodohan dalam seni beladiri.
semoga bermanfaat
















