
Setiap orang tentu punya pertimbangan masing-masing. Daripada mati-matian berjibaku sampai mulut berbusa berusaha menyadarkan pentingnya kompetisi kepada orang lain, ada baiknya kita coba tanya diri kita dulu sendiri.
Pada kesempatan ini saya akan coba menjabarkan kenapa saya (Insya Allah) ikut lagi kompetisi grappling minggu depan di Senayan.
Saya ikut kompetisi bukan untuk menang tapi bukan juga untuk sekedar meramaikan acara. Saya ikut kompetisi untuk proses perkembangan belajar diri saya sendiri dalam hal grappling (self-improvement).
Sama seperti tahun lalu, saya tentu tidak berani mimpi untuk menang (lho, mimpi aja kok takut, hehehe). Sepuluh tahun lebih saya hanya fokus ke teknik pukul tendang dalam dunia seni beladiri. Grappling merupakan a whole new interesting world for me!
Itulah kenapa saya harus ikut kompetisi ini: untuk belajar dan berusaha maju.
Banyak instruktur beladiri yang khawatir reputasi-nya runtuh kalau kalah ikut pertandingan. Saya sendiri tidak memerlukan suatu reputasi yang semu apalagi palsu sifatnya. Saya bisa saja terus duduk dipinggir lapangan dan tetap "undefeated" as martial art instructor. Tapi buat apa?
Guru saya Yuri Amadin, kalah di ISWC 2005 kemarin. Tidak satu derajat pun rasa hormat saya turun kepadanya. Tahun ini dia ikut lagi. Ia bisa menang, bisa juga kalah lagi. Malah semakin tinggi respek saya padanya. Dia hadir, dia tanding, dia belajar, dan dia mengajarkan pelajarannya kepada murid-muridnya.
Saya ingin murid-murid saya punya apresiasi yang sama sebagaimana saya meng-apresiasi Yuri. Saya tidak ingin murid saya merasa bahwa saya tak terkalahkan apalagi bahwa saya sudah selesai dalam belajar beladiri. Saya ingin murid saya melihat bahwa guru nya juga terus bersemangat untuk belajar dan maju.

Saya juga tidak sampai hati membohongi murid saya dengan mengatakan bahwa kompetisi itu tidak perlu karena bukan "real fighting" ataupun bahwa kompetisi adalah tindakan sia-sia karena hanya merupakan ajang kesombongan diri.
Saya juga tidak berani untuk bilang kepada murid-murid saya bahwa grappling/ground fighting tidak perlu dipelajari dalam belajar seni bela diri karena argumen itu jelas-jelas tidak masuk akal.
Selain itu, walaupun saya belajar juga berbagai beladiri yg mengajarkan beberapa teknik "congkel mata" ataupun "cabut kerongkongan", namun saya terlalu malu untuk berkilah kepada murid-murid saya bahwa peraturan pertandingan yang melarang teknik-teknik tersebut mengakibatkan saya sulit untuk menang.
Buat saya yang sedang terus belajar grappling, kompetisi minggu depan merupakan peluang bagus untuk terus belajar dan berusaha maju.
Namun sekali lagi, ini pilihan saya sendiri. Setiap orang tentunya punya pilihan dan alasan masing-masing.
Mumpung sedang membahas kompetisi minggu depan, sekalian saya mohon doa kepada pembaca
JALANPETARUNG agar keikutsertaan saya dalam kompetisi itu membawa manfaat, lancar, dan selamat. Amin
semoga bermanfaat
NB: Foto diambil dari dokumentasi ISWC 2005, dimana saya kalah melawan Nikolai Holt dan Vincent