JALANPETARUNG. blogspot.com, Train Hard! Train Smart!!!

Semoga bisa menjadi Jalan inspirasi dan pencerahan bagi seniman bela diri Indonesia. Di JALAN PETARUNG, berbagai topik mengenai bela diri akan terus dikaji secara ilmiah sehingga tidak sekedar menjadi mitos, kepercayaan, dogma, apalagi agama baru. JALAN PETARUNG mendorong pendekatan seniman bela diri yang berpikiran terbuka (open mind) sehingga selalu bersikap sebagai cangkir kosong (empty cup) yang bersedia mendengar dan terus belajar dari orang ataupun aliran lain. Mohon masukan dan saran melalui komentar di blog ini, shoutbox, ataupun via email jkdindonesia@yahoo.com


Tuesday, December 25, 2007

Artikel: Siklus Belajar Seni Beladiri

Before I learned the art,
a punch was just a punch, and a kick, just a kick.
After I learned the art,
a punch was no longer a punch, a kick, no longer a kick.
Now that I
understand the art,
a punch is just a punch and a kick is just a kick


- Bruce Lee -


Sadar atau tidak, kita semua yang pernah belajar seni beladiri pasti pernah menjalani siklus yang disebut Bruce Lee di atas. Bahkan bagi kita yang tidak mau berhenti belajar, siklus itu akan terus berputar dan berulang terhadap diri kita.

Tahap pertama dalam siklus belajar itu ialah ketika semuanya terlihat sederhana. Teknik senibeladiri terlihat sangat simple dan mudah untuk dilakukan. Melihat sekelompok orang yang sedang serius latihan seni beladiri bagaikan melihat sekelompok orang yang kurang kerjaan.

Tahap kedua adalah ketika kita mulai terpesona dan menghamba. Teknik senibeladiri yang kita pelajari terlihat kompleks, rumit, hebat, dan mempesona. Semangat latihan menggelora dan tak sanggup bersabar untuk mempelajari teknik-teknik baru. Melihat orang lain yang latihan seni beladiri selain dari aliran kita bagaikan melihat sekelompok orang yang kurang kerjaan.

Tahap ketiga adalah ketika semuanya kembali menjadi sederhana. Kita sudah bisa mengerti dan menghargai segenap kembang dan isi sebagai suatu kesatuan yang sederhana. Kita sudah jatuh cinta tapi telah siap dengan peta sehingga tidak buta. Tetap saja, melihat sekelompok orang yang sedang serius latihan seni beladiri bagaikan melihat sekelompok orang yang kurang kerjaan. Hanya saja, kini kita sudah jadi bagian dari sekelompok orang yang kurang kerjaan itu.

Bagi siapapun yang pernah menghabiskan putaran siklus itu sampai tahap ketiga janganlah berpuas diri dulu. Seperti yang saya sampaikan di atas, bagi orang yang tidak mau berhenti belajar, siklus itu akan terus berputar dan berulang terhadap diri kita. Tidak peduli kita telah mendalami seni beladiri berapa puluh tahun-pun, siklus itu akan terus berputar sebagai suatu keniscayaan yang manusiawi.

Sebelum kita berdebat dan membahas permasalahan seni beladiri dengan orang lain, penting bagi kita untuk meng-evaluasi diri kita terlebih dahulu. Kita sekarang ini sedang berada dalam tahap yang mana?

semoga bermanfaat

1 Comments:

Blogger Innama said...

kok mirip2 ya dengan proses nge-Blog...? Waktu belum ngerti rasanya biasa2 aja. Setelah 'tau' sedikit rasanya 'lebai' banget ... blog harus tampil warna-warni dgn berbagai 'gadget'... tetapi lama2 kita cenderung ogah tampil norak alias yg polos2 saja... apakah ini tdk bisa disebut mirip2 ya mas...? he he he he....

11:10 AM  

Post a Comment

<< Home