Artikel: Badmouthing Other Arts
Mungkin karena saya sering menulis tentang realistic training dalam beladiri, dalam berbagai kesempatan kopi darat, saya sering ditanya tentang pendapat saya soal aliran beladiri tertentu. Satu-dua orang terlihat kecewa mendengar jawaban saya. Beberapa orang nampaknya ingin sekali mendengar jawaban saya agar menjelek-jelekkan seni beladiri lain.Dalam perjalanan kita belajar senibeladiri, penting sekali untuk bertemu berbagai orang dan bertukar pikiran. Dalam bertukar pikiran sudah pasti kita akan memberikan opini ataupun analisis kita. Namun demikian tidak semua orang siap untuk bertukar pikiran. Salah-salah bisa jadi malah "bertukar pukulan".
Kita juga tidak boleh menjelek-jelekan beladiri lain (badmouthing). Menjadi kritis tidak sama dengan menjelek-jelekkan.
Berikut adalah beberapa tips dari saya dalam memberikan opini terhadap suatu aliran seni beladiri:
1. Be Honest
Kalau kita jujur, opini yang kita ungkapkan juga akan tulus. Kalau kita tulus, orang lain akan menerimanya dengan baik. Ungkapkan opini kita apa adanya, jangan terlalu khawatir, tidak perlu dibuat-buat, jangan campurkan dengan ego perguruan sendiri, ego aliran dll.
2. Be Polite
Substansi kejujuran yang sama jika disampaikan dengan cara berbeda niscaya hasilnya akan berbeda pula. Seringkali orang lebih mempermasalahkan "cara" daripada "isi". Menyampaikan opini dengan sopan tidak sama dengan bermuka dua ataupun diplomasi berlebih-lebihan. Sampaikan apa adanya, tapi sampaikanlah dengan cara yang terbaik.
3. Be Positive and Open Mind

Hal ini sering membuat orang yang berharap kita menjelek-jelekkan beladiri lain jadi kecewa. Kita harus fair dan berpikiran terbuka. Jika ada aspek positif dari suatu senibeladiri lain janganlah kita ragu untuk mengungkapkannya. Janganlah yang kita cari melulu aspek buruk dari beladiri tsb. Ingat, kita selalu bisa belajar banyak dari orang lain ataupun aliran beladiri lain! Kita baru boleh betul-betul negatif ketika aliran beladiri ybs betul-betul "fraud", menipu, dan dapat membahayakan bagi seorang pemula jika terjerumus ke dalamnya.
4. Be Effective

Lihat seperti apa pendengar atau lawan bicara kita. Perhatikan juga media dan forumnya. Asas manfaat! itu kuncinya. Tidak semua orang ingin mendiskusikan keefektivan alirannya. Tidak semua orang juga peduli dengan itu. Setiap orang punya orientasinya masing-masing dalam belajar senibeladiri. Dalam hal lawan bicara kita sudah berpikiran tertutup dan sudah keras hati, tidak ada manfaatnya kita buang energi berusaha "berdakwah"(Sekali lagi, senibeladiri bukan agama bung!). Ada kalanya lebih baik kita diam dan banyak mendengar, siapa tahu ada manfaat yg bisa kita dapat.
5. Be Ready
We have to walk the talk. Kalau kita mau kritis terhadap seni beladiri, mutlak kita harus siap atas berbagai kemungkinan. Hal ini khususnya penting dalam hal diskusi2 melalui pertemuan langsung (tatap muka). Dalam hal "perang" dalam diskusi di internet melawan Keyboard Fighter , jangan terlalu khawatir, they will never show up!
semoga bermanfaat

















