Artikel: Pempek dari Filipina
Di Amerika
Walaupun saya bukan Antropolog, tapi dari kasak-kusuk riset sekedarnya kini saya sudah yakin bahwa Filipino Kali ini sesungguhnya adalah Silat atau keturunan dari Silat. Argumen yang paling jelas ialah bahwa Filipina itu pernah berada dalam pendudukan kerajaan Sriwijaya cukup lama. Hingga kini keturunan Sriwijaya masih eksis dan dikenal sebagai orang Visayan yang tinggal di Filipina tengah. Banyak orang Visayan yang ahli Filipino Kali, utamanya dalam bermain pisau. Kekuasaan Sriwijaya di
Abad 16 barulah Spanyol masuk menjajah Filipina. Dengan berbekal ilmu "Silat" itu orang Filipina berjuang melawan Spanyol. Perang merupakan interaksi, yang mau tidak mau akan saling mempengaruhi. Orang Filipina mulai kepincut pada senjata-senjata Spanyol dan dengan dasar "Silat"nya mulai latihan espada y daga (sword and dagger).
Logika awam saya menyimpulkan bahwa kalau kerajaan-kerajaan besar dari Indonesia seperti Sriwijaya dan Majapahit menduduki suatu wilayah, pastilah ada pengaruh kuat terhadap budaya setempat, termasuk budaya seni perang dan beladiri. Dari segi teknik juga terdapat banyak kemiripan yang luar biasa. Mata awam akan sangat sulit membedakan aplikasi Filipino Kali dan aplikasi Silat. Permainan pisau orang Visayan sudah hampir pasti merupakan peninggalan keahlian main pisau dari orang Palembang. Sama-sama Pempek, hanya beda warung dan mungkin sedikit beda bumbu penyedap di sana-sini.
Ps: tulisan ini didaur ulang dari satu posting saya di sahabatsilat.com










3 Comments:
percis bro!
sampai2 Tony Jaa ngaku belajar aliran majapait juga:)
pertamax nih gue
Thx buat tulisan ttg FMA mas Erry...
Btw, buat mas Inama, aliran Tony Jaa itu Muay Buran, apa dia belajar FMA juga?
Salam
Hartcone
waduh kang Hartcone..... manakutahu... (lagunya ari laso) he he he
Post a Comment
<< Home