JALANPETARUNG. blogspot.com, Train Hard! Train Smart!!!

Semoga bisa menjadi Jalan inspirasi dan pencerahan bagi seniman bela diri Indonesia. Di JALAN PETARUNG, berbagai topik mengenai bela diri akan terus dikaji secara ilmiah sehingga tidak sekedar menjadi mitos, kepercayaan, dogma, apalagi agama baru. JALAN PETARUNG mendorong pendekatan seniman bela diri yang berpikiran terbuka (open mind) sehingga selalu bersikap sebagai cangkir kosong (empty cup) yang bersedia mendengar dan terus belajar dari orang ataupun aliran lain. Mohon masukan dan saran melalui komentar di blog ini, shoutbox, ataupun via email jkdindonesia@yahoo.com


Thursday, February 21, 2008

Artikel: Relax is The Key

Pernahkah anda menandatangani sesuatu yang anda anggap penting (kontrak, passport, SIM dll) dan mendapatkan tandatangan anda hasilnya jelek? Miring ke kanan/ke kiri, atau bahkan terlihat bergetar?

Jangan bimbang, resah, atau bingung. Kejadian itu belum pasti berarti bahwa anda punya masalah kesehatan (kolesterol tinggi, darah rendah dll). Melencengnya garis tanda tangan anda (tidak seperti biasa) bisa jadi ”sekedar” akibat lemah atau kurangnya kemampuan anda untuk relaksasi.

Relax in Martial Arts

Sudah bukan rahasia lagi bahwa di berbagai seni beladiri, keadaan relax menjadi suatu kunci yang penting. Bagi seni beladiri ”santai” seperti Aikido, Tai-Chi dll, pentingnya keadaan relax sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Belum lagi seni beladiri yang ”tinggi” seperti Maenpo Cikalong yang mengutamakan kemampuan pengaturan tenaga (isi-kosong). Kalau tidak mengerti soal pengaturan tenaga (satu, setengah, kosong), mustahil bisa menguasai Maenpo Cikalong. Nah, kemampuan pengaturan tenaga itu hanya bisa didapat dari keadaan santai. Kalau dipikirin mah nggak bakal bisa.

Sebagaimana telah saya jabarkan di atas, pentingnya keadaan santai sangatlah penting di semua seni beladiri. Rodney King, seorang MMA Coach (sang pencipta street boxing) pernah memberikan tips kepada kami yg pada saat itu akan ikut kompetisi submission grappling, untuk santai dengan mendengarkan musik. Ia menyarankan bahwa di saat bertanding kita jangan berpikir, melainkan dengarkan saja musik tadi di kepala kita, sambil bertarung dengan mengalir seperti air.

Guru saya Yuri Amadin, salah seorang pelopor MMA di Indonesia, kerap melatih berbagai drill boxing maupun grappling dengan memejamkan mata dan santai. Niko Han, BJJ Blackbelt dari Indonesia, pernah mengajarkan kami untuk santai dengan membayangkan diri kita bagaikan berada dalam Matrix (as Neo, the chosen one), sehingga bisa melihat semua pergerakan lawan secara total dan terlihat lambat. Saya sendiri pernah mendapatkan pelajaran berharga dari Martin Hartono (BJJ Universal Grappling) tentang pentingnya bertarung dengan santai. Semakin kita ngotot dan bermain keras, semakin mudah bagi lawan untuk mempermainkan kita.

Whu-Hsin dan Wu-Wei

Dalam ”The Tao of Kungfu”, Bruce Lee pernah menulis tentang Wu-Hsin (No-Mindedness) dan Wu-Wei (Non-Doing). Terus terang ini konsep agak berat dan mendalam, saya tidak yakin bisa mampu menjabarkannya secara baik.

Inti pokoknya kurang lebih ialah agar kita seniman beladiri bisa mencapai kemampuan untuk berpikir secara totalitas tanpa harus memikirkannya. Kita harus mampu untuk melihat keadaan secara menyeluruh dan bergerak tanpa harus berusaha menggerakkan. Kesemua pencapaian itu bisa diraih dengan terlebih dahulu mencapai kondisi santai yang paripurna.

Untuk sekedar coba-coba, silahkan ambil selembar kertas berikut pena. Buatlah 10 buah tandatangan. Lihat sendiri berapa buah tandatangan yang anda anggap bagus dan rapih sesuai niatan anda. Bagaikan seorang pemain bola basket, usahakan anda selalu berada dalam kondisi “on-fire” setiap saat. Sekali lagi, kuncinya hanya satu: Santai saja Boss!!!

Semoga bermanfaat

Saturday, February 09, 2008

DISCLAIMER

Karena ada beberapa email dan pertanyaan langsung, saya kini menyadari bahwa Blog ini mungkin telah dibaca oleh kalangan yang lebih luas daripada perkiraan awal ketika saya mulai menulis dulu.

Dulu Blog ini saya mulai tulis dengan niat sebagai catatan pelajaran pribadi saya, yang kalaupun dibaca orang lain paling-paling hanyalah kawan-kawan latihan, murid, ataupun praktisi seni bela diri yang kebetulan kenal dengan saya.

Karena dengan perkembangan saat ini ada kemungkinan pembacanya sudah lebih luas dari itu, penting bagi saya untuk menegaskan beberapa hal yang penting dalam membaca Blog ini:

1. Seperti yang pernah saya ceritakan dalam artikel "Makin Belajar Makin Bodoh", saya berniat untuk terus menerus menjalani proses belajar untuk mendalami seni bela diri ini. Saya ingin menjadi "Lifetime Student of Martial Art" yang akan terus menerus belajar dan belajar. Oleh karena itu jangan heran kalau pendapat saya sangat mungkin untuk berubah dan lebih mungkin lagi untuk salah di kemudian hari. Jangan heran kalau misalnya suatu hari menemukan perubahan-perubahan dalam opini Blog ini. Blog ini adalah sebuah kisah perjalanan petualangan belajar seni beladiri.

2. Saya berharap siapapun yang membaca blog ini menyadari posisi pada No.1 itu. Pembaca Blog ini saya harapkan untuk bisa "Absorb What's Useful, Reject What's Useless". Jangan ambil mentah-mentah berbagai informasi dari blog ini. Jika ada yang baik silahkan diambil, yang buruk silahkan dibuang saja.

3. Knowledge is not power, the ability to apply your knowledge is the true power!!! Berkaitan dengan poin 2, pembaca harus merasakan dan menemukan jalan anda sendiri dalam seni beladiri. Jalan yang benar bagi saya, belum tentu benar apalagi baik untuk anda. Begitu juga sebaliknya. Blog ini memusuhi dengan serius para Keyboard Fighter yaitu para "ahli senibeladiri" yang punya segudang informasi dari internet dan bertingkah bak jawara padahal tak pernah berkeringat latihan senibeladiri. Anda harus coba, coba, dan coba buktikan sendiri.

dengan segala kerendahan hati,
ery nugroho

Labels: